Bincang Edukasi!

 Pada tanggal 30 April 2015, kami menyempatkan diri untuk pergi ke De Fries atau yang dikenal dengan Museum Sejarah Kota Bandung, untuk berbincang dan berdiskusi dengan Kang Acil Bimbo dan Pak Hermawan Rianto, membahas tentang “Ketahanan Budaya Indonesia”.
Ia mengawalinya dengan pembukaan apa itu ketahanan budaya. Lalu Kang Acil Bimbo membukanya dengan kata-kata “Indonesia ini memperlihatkan bahwa ketahanan budaya kita rapuh” lalu ia menjelaskan bahwa hal-hal tersebut dapat dilihatkan melalui berita-berita narkoba atau kriminalisasi. Indonesia selalu memberikan berita mengenai kejelakan-kejelekan di negara ini. Lalu ia menceritakan tentang lagu yang dibut tahun 1950an, yang berjudul “Tau Sangat Tau” yang dibuat oleh Wi Yong Sam. Lagu ini menceritakan tentang korupsi dan hal tersebut menceritakan jelas situasi Indonesia saat itu.
“Indonesia itu berbeda sekali dengan negara-negara lain seperti contohnya, Jepang, Korea, dan Cina. Dulu mereka pernah “jatuh”, tetapi mereka bangkit lagi. Berbeda dengan Indonesia, mereka jatuh tetapi sangat susah berdirinya.
Lalu aku berpikir, “wow ia menjatuhkan sekali Indonesia ya ternyata”.
Ditengah-tengah kebosanan dan lelahnya mata, tiba-tiba ia berteriak: “INDONESIA RAPUHHHHH!” Kami semua terkejut mendengar kata-kata itu. Aku terkejut dan ingin tertawa.
Lalu aku tidak memerhatikan beberapa kata yang ia katakan. Yang aku dengar hanya “Hasil maksimal atau kesuksesan, tidak dapat dibeli, karena harus melalui proses dan kerja keras. Untuk di Bandung, kota ini sudah tidak memiliki budaya, sudah bukan lagi kota universitas ataupun kota kembang”. Terkadang aku setuju dengan perkataannya, terkadang tidak.
“Ketahan budaya harus dimulai sejak dini”,”Indonesia itu kaya budaya, tetapi ‘kemasannya’ jelek”,”Masyarakat Bandung tidak berbudaya!”,”Sekarang Bandung adalah kota Klontong!” dan berbagai macam kata-kata yang menjelakan Indonesia lainnya. Pertama-tama aku masih setuju dengan beberapa perkataan beliau, memang aku setuju, bahwa Indonesia ini sekarang dalam posisi sedang rapuh, namun mengapa ia selalu mengatakan keburukannya saja? Mengapa tidak mencantumkan “Indonesia itu negara yang sangat indah” atau “Saya yakin Indonesia bisa bangkit!” Seakan-akan ia sudah menyerah dengan keadaan Indonesia saat ini, dimana orang lain sedang berjuang untuk mempertahankan Indonesia.
Lalu tidak lama setelah itu, ia menutupinya dengan satu buah teriakan lagi, yaitu “Harus berani membela Indonesia!” Jadi sebenarnya yang benar yang mana?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s