Pameran Karya SMP Semi Palar #1

Pada tengah semester ini, kami telah mengadakan sebuah pameran kecil yang menampilkan seluruh karya-karya kelas 7 (Malabar), 8 (Anjasmoro), 9 (Sinabung), selama setengah semester 1 ini. Setiap kelas menampilkan seluruh karya berdasarkan tema masing-masing kelasnya.

Lalu, setelah aku berjalan-jalan mengelilingi pameran tersebut untuk melihat hasil-hasil karya mereka. Aku sangat senang melihat hasil karya yang ditampilkan oleh kelas Malabar. Bagaimana usaha mereka untuk menyelesaikan semua karya mereka, terutama bagi murid-murid yang baru saja menjadi murid Semi Palar.
Setelah selesai mengelilingi pameran tersebut, akhirnya aku berniat untuk bertanya kepada beberapa murid kelas Malabar dan Anjasmoro untuk bertanya pendapat dan proses pembuatan karya mereka.

Dari sejumlah karya-karya hebat kelas 7 seperti; Jurnal Perinderaan Kota, Dunia Tanpa Ukuran, BUSEBAT (kuBUS SEBab AkibaT), Bandung Kiwari, dan lain-lain. Namun karya yang paling seru adalah karya BUSEBAT. Memang menurut mereka karya ini adalah salah satu karya yang paling sulit pengerjaannya, tetapi mereka enjoy selama proses pengerjaannya. Tetapi secara keseluruhan, mereka suka dan puas dengan semua hasil karya mereka.

Kalau dari kelas 8 sendiri, mereka menampilkan karya-karya seperti; Peta Pulau Jawa, Sensing Sekitar SMIPA dan Balkot, Pencernaan Manusia, Kebijaksanaan Daerah, Toko Kelontong, dan lain-lain. Menurut mereka karya yang paling seru adalah Peta Pulau Jawa, karena dari situ mereka menjadi tahu banyak info-info tentang pulau Jawa. Untuk karya yang paling susah, jatuh pada karya Toko Kelontong. Karena konsep dari proyek tersebut adalah proyek matematika yang dimana isinya adalah hitung-hitungan murid-murid, yang dibagi menjadi beberapa kelompok, bila mereka membuka toko kelontong sendiri. Kesulitan mereka, beberapa berkata berada didalam hitung-hitungannya tetapi ada juga yang bilang bahwa yang sulit adalah susah berkomunikasi dengan antar teman sekelompoknya.

Selain bertanya tentang persiapan dan beberes pemerannya sendiri. Kedua kelas tersebut ternyata berpendapat sama mengenainya. Mereka berkata bahwa bentuk dari pamerannya lumayan rapi dan tertata, namun belum terlalu maksimal. Hal tersebut terjadi karena pembagian tugas yang kurang berjalan dengan baik, ada beberapa orang yang bekerja keras membereskan pameran, namun ada juga beberapa yang hanya diam dan tidak peduli. Lalu dari sudut pandang orang tua, dan seluruh murid kelas 7, 8, 9, pameran kali ini publikasinya kurang menyebar luas, sehingga tidak banyak orang tua yang datang ataupun tahu bahwa kelas kami mengadakan pameran.

Tetapi, setelah aku melihat semua karya kelas 7 dan 8, aku merasa sedikit kecewa dengan karya kelasku sendiri, karena menurutku hasil karya yang telah ditampilkan oleh kelas kita, rata-rata tidak dituntaskan dengan hasil yang maksimal. Maupun dari hasil kerja perorangan ataupun hasil kerja kelompok. Saat melihat karya kelas kami, entah kenapa hal pertama yang muncul dikepalaku adalah ketidak akraban dan ketidak solidan kelas Sinabung.

Secara pribadi, aku sendiri tidak terlalu senang dangan hasil seluruh karya yang telah kami buat selama kurang lebih 7 bulan di kelas 9 ini. Karena aku tidak terlalu minati seluruh karya itu. terutama 3 proyek besar, yaitu; Folklor, Peta Indonesia, dan Telusur Budaya Etnik. Tetapi bila disetiap proyek tersebut diberi waktu pengerjaan lebih lama, mungkin aku bisa lebih enjoy dan hasil yang keluar akan lebih maksimal.

Mendengar beberapa komentar dari pengunjung pameran, mereka juga bertanya-tanya mengapa karya Sinabung tidak banyak. Lalu aku juga bertanya kepada diri sendiri, karya kita memang sedikit, namun kenapa disetiap karyanya tidak ada yang benar-benar maksimal ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s