PON 2016: Kontingen Basket

Pada hari Kamis, 22 September, kelas kamu menyempatkan diri untuk menyaksikan PON, kontingen bola basket. Kebetulan hari ini kami menyesaikan proyek agrowisata kita di Sekepicung, di Desa Ciburial. Ternyata jadwal hari ini adalah pertandingan bola basket. Ini adalah pengalaman pertama kami menonton pertandingan PON secara langsung. Jadi ini adalah pengalaman yang cukup berkesan bagi kami.

Pertandingan pertama yang kami saksikan adalah pertandingan antara Bangka Belitung dengan Sulawesi Utara. Kami tidak memihak kepada tim mana pun. Jadi kami tetap menyemangati kedua tim. Namun ditengah-tengah pertandingan, kami memerhatikan tim Sulawesi Utara sering sekali melakukan perlanggaran yang tidak terlihat oleh wasit. Seperti salah satunya travelling. Mayoritas pemain dari tim tersebut pun juga kurang sportif. Yang lebih menariknya lagi, sang pelatih selalu membentak para pemain apabila mereka melakukan perlanggaran atau pun gagal mencetak skor. Sementara di pihak tim Bangka Belitung, mayoritas pemain tetap sportif dan sang pelatih tetap menyemangati para pemain apabila mereka gagal mencetak skor. Kerjasama dalam tim BaBel pun lebih baik. Semua pemain merata, ada pemain yang passing namun ada juga yang mencetak skor. Skor pada pertandingan ini pun kian memanas. Terkadang skor imbang, terkadang salah satu ada yang lebih besar.

Truth be told, pemenangnya adalah tim Sulawesi Utara. Dengan skor yang cutup ketat. Name dari pertandingan ini, aku dapat melihat bahwa mayoritas pemain yang berbadan tinggi biasanya lebih banyak mencetak skor. Sementara pemain yang berbadan kecil lebih lincah dan lebih sering passing. Tetapi aku juga menjadi berpikir, apakah manusia harus diperlakukan keras dulu baru mereka dapat bekerja dan menghasilkan sesuatu hal dengan maksimal?

Setelah itu, aku juga dapat mewawancarai salah satu pemain basket perempuan dari Papua. Ia bernaman Nisrina. Nisrina adalah pemain basket wanita berumur 20 tahun, lahir dan besar di Jayapura. Nisrina berkata bahwa di Papua sendiri, tidak banyak orang yang suka bermain basket, baik perempuan mau pun laki-laki. Ternyata mayoritas penduduk Papua lebih suka olahraga sepak bola, dibandingkan basket. Tetapi baginya, basket adalah segalanya. Ia telah bermain basket sejak kelas 5 SD. Semua berawal dari hobi. Biasanya ia bermain basket di sekolahnya. Sampai akhirnya, pemerintah daerah pun memanggilnya untuk bergabung dan mengikuti rangkaian PON ini. Jadi hal ini adalah suatu pengalaman baru baginya. Tidak heran ia menyampaikan juga bahwa ia cukup tegang saat akan memulai pertandingan melawan Jawa Tengah tadi siang. Walaupun tim Papua kalah dengan tim Jawa Tengah, ia merasa bahwa tim Papua sendiri sudah memiliki strategi yang cukup baik dan kerjasama antar pemainnya sudah baik.
Lalu, aku juga bertanya kepadanya, apa saja peraturan yang harus dijalani bila menjadi atlet basket, terutama di PON ini. Nisrina berkata bahwa atlet tidak boleh memakan mie instan dan juga makanan-makanan instan lainnya. Ia juga menyampaikan bahwa maksimal umur atlet yang mengikuti PON adalah 22 tahun atau kelahiran 1994. Untuk atlet basket, minimal tingginya adalah 160 cm. Ternyata, sebelum ia dan timnya datang ke Bandung untuk mengikuti PON, ada juga beberapa rangkaian pertandingan lain di beberapa kota di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Solo, dan Juga Surabaya. Rangkaian tersebut sudah dimulai sejak tanggal 3 Agustus lalu. Sayangnya, pada hari Senin, 19 September, ia sempat cedera pada bagian kaki, maka hal tersebut sedikit menghambat penampilannya hari ini. Tetapi ia mengaku bahwa ia bangga kepada timnya telah menempuh sejauh ini. Nisrina juga berharap untuk kedepannya olahraga basket dapat lebih diperhatikan lagi di Papua. Apalagi dengan akan adanya PON selanjutnya yang akan diadakan di Papua. Ia berharap tim basketnya dapat lebih berjaya lagi.

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Keren ceritanyaa…😍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s