Starfish

Starfish, Sea Star atau yang dikenal juga dengan Bintang Laut adalah hewan yang tergolong Echinodermata dan memiliki kelas Asteroidea. Hewan invertebrata yang berbentuk bintang ini, beberapa tinggal di dasar laut. Mulai dari dasar laut tropis hingga dasar laut dingin yang berada di kutub. Walau pun hewan ini bernama bintang laut, beberapa jenis memiliki lebih dari 5 tangan. Namun, mayoritas memang memiliki warna yang mencolok, sama seperti bintang. Biasanya warna bintang laut itu sendiri antara lain, biru, oranye, merah, abu-abu, atau coklat. Dari segi ukuran pun beragam. Mulai dari 25 cm hinggu yag paling kecil sebesar 1 buku jari manusia. Walau pun mereka terlihat seperti hewan yang kaku dan tidak pernah bergerak, ternyata mereka memiliki sistem khusus yang membuat mereka dapat berjalan-jalan mengarungi lautan. Sistem tersebut adalah Water Vascular Sistem. Sistem ini terletak di bagian tangan-tangan mereka. Dibagian bawah badan, terletaklah mulut mereka yang cukup kecil. Walau pun mulut mereka kecil, namun mereka dapat menghancurkan koral dan benda-benda lain yang bersifat keras. Tetapi itulah yang sekarang sedang menjadi kendala bagi seluruh dunia.

Berikut adalah bintang laut yang aku temukan di laut perbatasan antar Indonesia dan China. Persisnya adalah di Laut Natuna, Indonesia. Aku menemukannya sedang berada di atas batu yang tidak terlalu dalam. Karena warna mencolok, dengan mudahlah aku menemukannya. Karena aku hanya ingin melihat detail dari hewan ini, pada akhirnya pun aku kembalikannya ke dalam laut lagi.

Pada tahun 2015, WWF Australia melakukan penelitian mengenai penyebab dari 40% hilangnya koral-koral yang berada di Great Barrier Reef, Australia. Ternyata hal tersebut disebabkan oleh bintang laut jenis crown-of-thorns. Jenis bintang laut yang satu ini ternyata adalah bintang laut pemakan koral. Biasanya bintang laut ini memakan hanya plate dan staghorn koral saja. Namun, bila koral-koral itu tidak ada, maka bintang laut ini akan memakan segala jenis koral yang ada.
Walaupun crown-of-thorns starfish (COTS) memang selalu hidup dan berkembang biak di Great Barrier Reef ini, namun terkadang populasi mereka berlebihan. Dengan adanya 1500 COTS per hektar saja dapat memusnahkan 100% koral yang ada di sana.
Salah satu penyebab dari meledaknya jumlah COTS adalah karena banyakanya limbah nitrogen yang masuk ke dalam laut. Hal tersebut membuat jumlah plankton meningkat pesat. Maka dari itu larva COTS pun meningkat juga.
Intinya, di mana ada hal yang bertambah dari jumlah normal di alam, maka ada pula yang akan semakin berkurang. Karena alam akan selalu menyeimbangkan, walau pun terkadang dampak dari penyeimbangan tersebut buruk.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s