Bandung oh Bandung.

Bandung memiliki banyak potensi. Mulai dari alam, pepohonan, sejarah, hingga kulinernya. Sayangnya, tidak semua potensi tersebut diberdayakan, sehingga tidak banyak orang yang menyadari potensi-potensi tersebut.

Menurutku Bandung perlu dijaga alam dan keasriannya. Pohon-pohon tua itu seharusnya tidak dipotong. Bila memang tidak terlalu mendesak dan tidak menggangu, menurutku manusialah yang harus menyesuaikan tata ruang kotanya dengan para pohon tersebut. Karena kita tidak bisa seenaknya menebang hanya karena alasan sepele ingin membuat sebuah gedung atau trotoar. Pohon-pohon inilah yang umurnya lebih tua dari kita. Mereka sudah hidup dan tumbuh besar disitu, maka kita juga harus melindungi dan merawat pohon ini. Bila ada dahan-dahan yang sekiranya akan jatuh, maka dahan tersebut memang harus dipotong. Namun sepertinya di Bandung belum banyak orang yang cukup peduli dalam bidang tersebut. Bahkan semacam “dokter pohon” pun pasti belum banyak di Bandung. Padahal untukku bidang ini cukup penting. Setiap waktu berkala, pasti setiap pohon di Bandung harus ada yang mengontrol dan mengecek kondisi pohon tersebut.

Selain itu, menurutku seluruh masyarakat, di Bandung mau pun kota lain, membutuhkan ruang terbuka untuk mereka berkegiatan. Seperti contohnya taman. Masyarakat membutuhkan semacam “hiburan” bagi mereka. Menurut pengamatanku, banyak keluarga-keluarga di Bandung yang menghabiskan waktu libur mereka di hari Sabtu dan Minggu di dalam taman. Biasanya mereka tidak melakukan aktivitas-aktivitas besar. Mereka hanya butuh tempat di mana mereka bisa duduk untuk ngobrol, makan hingga berfoto-foto bersama keluarga tercintanya. Pasti terkadang semua orang jenuh bila hanya menghabiskan weekendnya di rumah hanya menonton tv. Jadi terkadang mereka butuh sebuah tempat di mana mereka dapat melampiaskan kejenuhan dan kepenatan setelah mereka kerja. Maka bagiku, ruang terbuka itu sangat penting. Lebih bagus lagi sebenarnya ruang terbuka hijau. Sehingga masyarakat dapat merasakan juga sejuk dari pohon-pohon rindang di tengah kota. Memang sekarang di Bandung sudah banyak taman-taman dengan tema-temanya yang kreatif. Namun bila dilihat, sepertinya pemerintah kota hanya sekedar membuat sebuah taman. Setelah itu tidak berkelanjutan. Tidak berkelanjutan dengan artian taman-taman tersebut sudah sangat jarang diurus. Seharusnya taman-taman tersebut juga harus layak untuk dikunjungi masyarakat. Jadi jangan sekedar ada taman, namun tidak pernah diurus. Seperti hal-hal kecil yang seharusnya ada di setiap taman, yaitu tempat sampah. Dikebanyakan taman yang pernah aku datangi, kebanyakan sudah minim tempat sampah, maka banyak warga yang menyampah di taman tersebut.

Poin terkahir yang menurutku penting untuk dipertahankan adalah gedung-gedung tua yang bersejarah mau pun gedung yang telah dibangun sejak zaman kolonial. Mengapa penting, karena menurutku Indonesia itu cukup minim dengan sejarah dan bangunan-banguan tua. Banyak bangunan-bangunan tua dan beberapa gedung bersejarah yang telah dihancurkan dan dialih fungsikan. Biasanya gedung-gedung tersebut lagi-lagi diubah menjadi mall, restoran atau hotel. Sehingga satu per satu, identitas Bandung dapat lama kelaman terkikis karena hal seperti itu. Mengapa tempat-tempat tersebut tidak dialih fungsikan menjadi sebuah museum atau tempat di mana masyarakat Bandung dapat berkunjung dan belajar di situ. Sebagai warga Bandung, aku juga merasa Bandung itu sangat minim dengan museum-museum. Setidaknya museum-museum yang layak. Ya, kami memiliki beberapa museum seperti Museum Geologi, Museum Sri Baduga, Museum Pos dan Museum Mandala Wangsit. Namun setelah aku mengunjungi museum-museum tersebut, menurutku museum-museum itu kurang layak untuk dikunjungi. Museum di Bandung mayoritas kurang terurus dan dibuat seadanya. Kebanyakan informasi yang ditaruh juga informasi-informasi dasar yang kurang mendidik bagi masyarakat. Maka, Bandung juga butuh orang-orang yang dapat mengelola museum-museum yang berbobot untuk Bandung.

Sebenarnya Bandung memiliki banyak sekali potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh kota-kota lain di Indonesia. Namun terkadang orang-orang belum tersedar, terutama para masyarakatnya, karena tidak ada yang pernah menyadarkannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s