terjebak di dalam belenggu.

Mengikuti rutinitas.
Bangun pagi.
Badan lelah.
Kelopak mata berteriak tidak ingin terbuka.
Kulit disentuh oleh dinginnya air.
Bertemu dengan embun pagi Kota Bandung bagian barat.
Telinga disapa oleh suara sungai yang bergemuruh kencang hasil hujan deras semalam.
Kakiku dijilati oleh anjing-anjing yang tidak memiliki ras ini.
Mengenakan baju yang sekiranya pantas dan nyaman.

Terkadang kita terjebak dalam sebuah ruang lingkup, yang di mana kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Menghentikan kita untuk berimajinasi.
Di dalam sebuah keterdiaman yang sangat mencekam.
Tidak dapat keluar dari realita.
Terjebak dalam imajinasi.
Ilusinasi.

Terkadang aku ingin meminta maaf kepada orang-orang yang aku puji.
Mungkin saja aku memuji terlalu cepat.
Atau mungkin aku menjudge sesuatu yang sebenarnya itu bukanlah dia.
Atau mungkin hal yang aku puji itu adalah hal yang ia paling tidak pd atau tidak suka.
“Kamu cantik sekali hari ini”
Mungkin ada yang lebih dari cantik.
Menghakimi orang hanya dari fisik.
Sebelum aku mengenal personalitynya.
Sebelum aku tahu sikapnya.
Mungkin saja ada sesuatu yang lebih indah dari fisiknya.
Yakinilah.
Tidak  ada orang yang indah rupawan.
Karena semua orang lebih dari itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s