itulah realita hidup

satu-satunya cara agar kita dapat bahagia adalah bermimpi
bermimpi segala skenario yang klise
bayangan-bayangan yang 180 derajat berbeda dengan realita
sesuatu yang fiksi itu jauh lebih baik dari realita

berada dalam setiap detik di hidup ini
dunia berjalan cepat
hidup, tumbuh dan berkembang
manusia beradaptasi

lalu ada engkau
di tengah kerumunan dan gumam orang
yang hanya duduk diam
kebingungan, ketakutan dan penuh keraguan

tidak tahu harus berbuat apa
matanya menatapku
kosong
tidak bernyawa

mata kosongnya melihatku langsung
dibalik mata tersebut
tertulis jutaan kata
mulut tertutup rapat

mata tersebut bertanya
‘mengapa waktu berjalan cepat?’
‘aku tetap menjadi aku’
‘waktu tidak pernah mengubahku’

‘aku tidak berubah menjadi orang yang lebih dewasa’
‘aku tetap tidak memiliki teman’
‘aku tidak tahu mana benar mana salah’
‘aku tetap aku’

‘waktu hanya mengubah umurku’
‘aku semakin tua’
‘kulitku semakin keriput’
‘rambutku mulai memutih’

aku tidak menanggapinya
namun ternyata
orang yang aku pandang tadi
hanyalah refleksi diriku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s